STRATEGI
DAN IMPLIKASI E-BUSNISESS
Strategi
E-Bisnis
Strategi merupakan cara
bagaimana mencapai tujuan. Berhubungan dengan masalah e-bisnis, starategi dapat
dikatakan sebagai cara untuk mencapai tujuan dari kompetisi di dunia bisnis (competitive
advantage). E-business
tidak dapat bekerja tanpa strategi (bisnis). Strategi e-bisnis dibutuhkan untuk
mendukung arah strategis perusahaan secara keseluruhan. Oleh sebab itu agar
dapat sukses dalam e-bisnis, organisasi perlu mengembangkan strategi e-bisnis.
Terdapat
tiga strategi dasar dalam membangun e-bisnis yang memiliki hubungan hierarki
atau berururtan. Strategi tersebut meliputi strategi analisa, startegi dalam
pemilihan, dan strategi implementasi. Startegi analisa adalah strategi dimana
organisasi menganalisa segala sesuatu dengan tepat sesuai dengan tujuan
e-bisnisnya. Strategi analisis ini dapat meliputi analisis lingkuangan
eksternal yang dapat meliputi analisa teknologi, ekonomi, politik, social serta
analisis sumber daya internal dapat meliputi analisis sumber daya, analisis
competitor, dan juga yang tidak kalah penting adalah analisis SWOT (Strength,
Weaknesses, Opportunities, Threaths).
Berikut ini empat
model umum strategi bisnis yang dapat dianalisis:
1. Low-Cost LeadershipDalam strategi ini Sistem informasi diharapkan dapat
mendukung dalam kegiatan memproduksi produk, menganalisis data untuk penjualan
tersetel dan teknik pemasaran. Selain
itu dalam strategi low-cost leadership ini diharapkan pula system informassi
dapat mendukung layanan pada lower-price
dimana memungkinkan perusahaan untuk menganalisis pola pembelian konsumen,
selera, dan preferensi guna efisien
layanan iklan dan pemasaran untuk target pasar yang low-cost.
2.
Product Differentiation
Strategi ini pada dasarnya adalah bagaimana
menghasilkan suatu produk yang berbeda dengan produk lain. Strategi ini
menggunakan system informasi untuk memproduksi produk dan layanan yang belum
ada, new, fresh dan tentunya berbeda dengan produk-produk yang sudah ada.
Sebagai contoh, Google yang terus memperkenalkan layanan pencarian baru dan
unik di situs Web-nya, seperti Google Maps, Google Docs, Google Mail.
3.
Focus
on Market Niche
Strategi ini lebih menekankan pada bagaimana system
informasi itu nantinya dapat focus pada pangsa pasar tertentu dan dapat
melayani yang lebih baik. Jadi dapat dikatakan strategi ini memfokuskan bisnis
pada a single market dengan produk dan layanan khusus.
4.
Strengthen
Customer and Supplier Intimacy
Strategi ini lebih mengutamakan kekuatan hubungan baik
dengan pemasok maupun pelanggan atau partner. Sistem informasi diharapkan mampu
mengembangkan kekuatan hubungan dan loyalitas dengan partner baik itu
customer maupun supplier agar nantinya dengan kekuatan hubungan dan loyalitas dapat memberikan nilai tambah bagi
organisasi.
Setelah
strategi analisis ini benar-benar matang maka strategi selanjutnya adalah
strategi dalam pengambilan keputusan atau strategi pemilihan, organisasi
memilih dan memutuskan segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan
e-bisnisnya untuk selanjutnya mengimplementasikan pilihan atau keputusan yang
diambil strategi dalam kegiatan e-bisnis dari organisasi.
Membangun System
E-Bisnis
Membangun
sistem e-Business bukan hanya mengkomputerisasi Sistem informasi bisnis yang kemudian dihubungkan ke Internet. Jika
pemahaman itu yang menjadi landasan dalam membangun sistem e-Business, maka
niscaya sistem itu sulit untuk bertahan. Oleh sebab itu sebelum membangun
system e-bisnis perlu menetapkan persiapan yang tepat menuju pembangunan
e-bisnis. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembangunan e-bisnis.
Visi dan prospek membangun e-bisnis:
1.
Adanya
keinginan yang kuat dan konsisten untuk membangun hubungan langsung dengan
konsumen.
2.
Pembangunan
Jaringan Komunitas
3.
Perluasan
pasar
4.
Masuk
era persaingan global
Tahap-tahap Pembangunan Sistem
Tahap- tahap dalam pembentukan
Sistem e-bisnis:
1. Mendayagunakan
komputer personal, jaringan komputer dan internet seoptimal mungkin
2.
Membangun
halaman Web
Web merupakan salah satu wadah dimana e-bisnis dapat dijalankan maka
oleh sebab itu perlu dibuat web dari e-bisnis.
3.
Membangun
SI E-Business yang efektif
Pembangunan
Sistem informasi ini dapat meliputi kegiatan merancang aliran data, prosedur
pengolahan dan aliran informasi. Untuk dapat menerapkan sistem
yang efektif dan efisiendiperlukan perencanaan, pelaksanaan, pengaturan, dan
evaluasi sesuai keinginan masingmasing organisasi. Guna dari sistem yang
efektif dan efisien tidak lain untuk mendapatkan keunggulan dalam berkompetisi
4. Mengembangkan SI yang bersifat inter
platform
Sistem informasi diharapkan mampu
menjembatani antar platform system informasi seperti arsitektur komputer,
system operasi atau bahasa pemrograman.
Metode
Pembangunan Sistem
Metode
yang paling sering digunakan dalam membangun e-bisnis adalah metode daur hidup.
Metode ini cocok untuk pembangunan sistem e-business, karena memiliki beberapa
karakteristik yaitu proses dilakukan selangkah demi selangkah yang disertai
dengan proses dokumentasi
yang rapi. Metode daur hdup terdiri dari beberapa tahapan proses, yaitu tahap
perencanaan, analisis, perancangan, penerapan, evaluasi, penggunaan, dan
pemeliaraan. Pada setiap tahapan dilakukan proses pendokumentasian atas segala
yang telah dilakukan atau disepakati.
A. Tahap
Perencanaan
Tahap ini sangat penting karena pada
tahap ini permasalahan yang sebenarnya didefinisikan secara rinci dimana
Pembuat sistem mencoba memahami permasalahan dan mendefinisikan secara rinci,
kemudian menentukan tujuan pembuatan sistem dan mengidentifikasi
kendala-kendala. Hasilnya berupa proposal proyek
B. Tahap
Analisis
Pada
tahap ini pembuat sistem akan menganalisis permasalahan dengan menyusun studi
kelayakan. Studi kelayakan ini menentukan kemungkinan keberhasilan solusi yang diusulkan serta untuk memastikan bahwa solusi yang diusulkan tersebut benar-benar dapat dicapai dengan sumber daya dan dengan memperhatikan kendala yang terdapat pada perusahaan serta dampak terhadap lingkungan sekeliling.
C.
Tahap Perancangan
Tahap
perancangan dalam membuat system informasi e-bisnis ini dapat disebut juga
sebagai desain system. Dalam rancangan SI e-Business harus memperhatikan
kebutuhan perusahaan e-business, kebutuhan operator, kebutuhan pemakai, dan
kebutuhan teknis.
D.
Tahap Penerapan (Implikasi)
Tahap
ini merupakan kegiatan untuk mengimplementasikan rancangan yang telah disusun sebelumnya agar
dapat diwujudnyatakan. Implementasi untuk prosedur di dalam teknologi komputer
akan menggunakan bahasa computer. Sementara itu, untuk proses yang terdapat di
luar sistem komputer, disusunlah sebuah konvensi atau perjanjian atau tata
tertib, agar setiap orang yang terlibat dapat mengikuti alur yang telah
ditetapkan. Untuk merealisasikan sistem pada tahap pemaparan ini, ditempuh
beberapa metode, antara lain, penggunaan paket aplikasi, pengembangan oleh staf
sendiri (insourcing), dan pengembangnan yang dilakukan dengan kerjasama dari
pihak luar seperti konsultan atau software house (outsourcing).
E. Tahap Evaluasi
Pada tahap ini, dilakukan uji coba
sistem yang telah selesai disusun. Proses uji coba diperlukan untuk memastikan
bahwa sistem tersebut sudah benar.
Faktor-faktor yang
harus diperhatikan dalam mengevaluasi perangkat keras adalah:
· Kemampuan perangkat keras yang meliputi
kecepatn proses dan distribusinya
· Seberapa besar biaya yang harus
disediakannya untuk pengoperasian dan perawatan sistem.
· Kompatibilitas perangkat keras terhadap
sistem-sistem yang terkait, seberapa lama teknologi yang digunakan akan
bertahan.
· Sejauh mana pilihan-pilihan terhadap
komputer yang digunakan, memperhatikan faktor-faktor ergonomik.
· Tingkat kehandalan dan sekalabilitas
jaringan komputer yang dibangun sebagai infrastruktur sistem tersebut.
F. Tahap
Pemeliharaan dan penggunaan
Pada
tahap ini, sistem yang telah diuji coba dan dinyatakan lolos dapat mulai
digunakan untuk mengenal proses e-Business yang sesungguhnya. Pemeliharaan
sistem secara rutin dapat meliputi penataan ulang database, membackup, dan
scaning virus. Sementara itu, pemeliharaa juga termasuk melakukan
penyesuaian-penyesuaian untuk menjaga kemuktahiran sistem, atau pembetulan atas
kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dan belum diketahui sebelumnya.
Manajemen Teknologi E-bisnis
Pada dasarnya dalam proses pembangunan dan pengembangan
e-bisnis diperlukan suatu manajamen system informasi yang baik, efektif dan
efisisen. Dalam proses pembangunan dan pengembangan e-bisnis, manajemen
teknologi menjadi hal yang tidak kalah penting diantara manajemen komponen
system informasi yang lain. Teknologi informasi memiliki kontribusi penting
dalam menjalankan proses system informasi e-bisnis. Teknologi informasi ini
dapat disebut sebagai supply atas demand of system information dalam e-bisnis.
Manajemen teknologi dalam proses e-bisnis ini pada umumnya
dapat dikelompokkan dalam dua perspektif, yaitu:
1.
Perspektif Teknis
Dilihat dari sisi teknis,
manajemen teknologi informasi dalam
e-bisnis dibagi kedalam dua fungsi, yaitu fungsi penciptaan dan fungsi
penyebaran.
Fungsi
Penciptaan
Dalam fungsi penciptaan,
manajemen teknologi itu dapat berpacu
pada aspek-aspek berikut:
·
Teknologi informasi harus mampu menjadi medium
atau sarana untuk mengubah fakta-fakta atau kejadian-kejadian sehari-hari yang
dijumpai dalam bisnis perusahaan ke dalam format data kuantitatif. Ada dua cara
umum yang biasa dipergunakan, yaitu secara manual dan otomatis. Yang dimaksud
dengan manual adalah dilibatkannya seorang user untuk melakukan data entry
terhadap fakta-fakta relevan di dalam aktivitas sehari-hari yang dipandang
perlu untuk direkam. Sementara yang dimaksud dengan cara otomatis di sini adalah
jika berbagai teknologi dipergunakan sebagai alat untuk merekam fakta dan
mengubahnya menjadi data tanpa harus melibatkan unsur manusia sebagai data
entry.
·
Teknologi harus mampu merubah data mentah yang
telah dikumpulkan tersebut menjadi informasi yang relevan bagi setiap
penggunanya (stakeholders), yaitu manajemen, staf, konsumen, mitra bisnis,
pemilik perusahaan, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
·
Teknologi mengolah informasi yang diperoleh
dengan berbagai konteks organisasi yang ada, menjadi sebuah knowledge yang
dapat diakses oleh semua pihak di dalam perusahaan.
·
Merubah knowledge menjadi wisdom merupakan
tugas teknologi informasi yang terakhir dalam proses penciptaan.
Fungsi
Penyebaran
Dilihat dari fungsi manajemen
tekonologi e-bisnis dapat meliputi kegiatan manajemen yang berhubungan dengan
aspek penyebaran sebagai berikut:
·
Gathering. Teknologi informasi dikelola
(manage) untuk mampu mengumpulkan entiti-entiti tersebut dan meletakkannya di
dalam suatu media penyimpan digital. Media penyimpan tersebut harus mampu untuk
menangkap berbagai karakteristik unik dari entiti-entiti terkait, yang biasa
direpresentasikan dalam berbagai bentuk format media (multi-media), seperti:
teks, suara (audio), citra (image), gambar bergerak (video), dan lain-lain.
·
Organising. Untuk memudahkan pencarian
terhadap entiti-entiti di kemudian hari, teknologi informasi dimanage memiliki
mekanisme baku dalam mengorganisasikan penyimpanan entiti-entiti tersebut di
dalam media penyimpan. Konsep-konsep struktur data, database, dan sistem berkas
merupakan dasar-dasar ilmu yang kerap dipergunakan sehubungan dengan kebutuhan
ini.
·
Selecting. Di saat berbagai pihak di dalam
perusahaan membutuhkan entity entiti tersebut, teknologi informasi diciptakan
untuk menyediakan fasilitas untuk memudahkan pencarian dan pemilihan.
·
Synthesizing. Teknologi informasi diciptaakan
mampu memenuhi kebutuhan manajer ini dalam menggabungkan beberapa entiti
menjadi satu paket kesatuan yang terintegrasi.
·
Distributing. Teknologi informasi dibuat dan
dikelola dengan memiliki infrastruktur yang dapat menyalurkan berbagai entiti
dari tempat disimpannya entitientiti tersebut ke pihak-pihak yang
membutuhkannya.
2. Perspektif Manajerial
Dilihat
dari sisi bisnis dan manajerial, terutama dalam kaitannya dengan Manajemen
Supply Chain, ada 4 (empat) peranan yang diharapkan perusahaan dari
implementasi efektif sebuah teknologi informasi.
Ø Minimize Risks
Setiap bisnis memiliki
resiko, terutama yang berkaitan dengan faktor-faktor keuangan. Pada umumnya
resiko berasal dari adanya ketidakpastian dalam berbagai hal dan aspek-aspek
eksternal lain yang berada di luar kontrol perusahaan.
Ø Reduce Costs
Teknologi informasi
diharapkan dapat berkotribusi dalam perbaikan efisiensi dan optimalisasi
proses-proses bisnis di perusahaan. Peranan teknologi informasi sebagai
katalisator dalam berbagai usaha mengurangi biaya-biaya operasional perusahaan
pada akhirnya akan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan.
Ø Create New Realities
Dengan pesatnya perkembangan
teknologi internet, telah mampu menciptakan suatu arena bersaing baru bagi
perusahaan, yaitu di dunia maya. Berbagai konsep e-business semacam ecommerce,
e-procurement, e-customers, e-loyalty, dan lain-lain pada dasarnya meruapakan
suatu cara memandang baru di dalam menanggapi mekanisme bisnis di era
globalisasi informasi.
Secara global, sebenarnya
dimensi utama dari manejemen e-bisnis adalah meliputi tantangan-tantangan dalam
hal system informasi dan teknologi informasi. Tantangan itu meliputi:
·
Pengelolaan Strategi Bisnis/TI
·
Pengelolaan aplikasi-aplikasi
bisnis
·
Pengelolaan Platform Teknologi
berbasis Internet
·
Manajemen sumberdaya data
·
Pengembangan system
Dari tantangan-tantangan yang ada, organisasi e-bisnis diharapkan
mampu menjawab tantangan dengan system dan manajemen yang efektif dan efisien
sesuai dengan tujuan organisasi.
Beberapa
yang perlu dipertimbangkan dalam pembentukan strategi e-business :
1.
Penyusunan rencana pengembangan .... Dalam perancangan
suatu e-business dibutuhkan susunan – susunan rencana yang digunakan selama
mengembangkan sistem yang akan digunakan.
2.
Pembangunan secara bertahap/dinamis..... Implementasi
e-business dalam suatu usaha yang sebelumnya belum menerapkan e-business harus
dilakukan secara bertahap dan tidak langsung. Ada yang beriringan berjalan
dengan sistem lama, implementasi separuh (separuh sistem lama, separuh sistem
e-business) atau bahkan implementasi langsung. Selain itu butuh evaluasi terus
– menerus dalam penerapan e-business yang dikarenakan perkembangan teknologi
yang berjalan sangat cepat.
3.
Perlu menetapkan prioritas implementasi......Seperti
yang dijelaskan sebelumnya, implementasi e-business ada yang beriringan
berjalan dengan sistem lama, implementasi separuh (separuh sistem lama, separuh
sistem e-business) atau bahkan implementasi langsung. Dalam hal implementasi
perlu memperhatikan prioritas, cara implementasi yang mana yang sangat
dibutuhkan perusahaan.
4.
Pemilihan teknologi yang tepat..... Tidak semua
perusahaan membutuhkan ERP, CRM dan lain sebagainya. Maka dari itu sekali lagi
yang perlu ditekankan adalah kebutuhan dari perusahaan menurut tingkat
urgensinya. Penggunaan teknologi sebaiknya berdasarkan hal – hal yang menjadi
kebutuhan paling mendesak dalam hal menunjang kinerja perusahaan dalam
pencapaian tujuan.
5.
Penyiapan sumber daya....... Diperlukan banyak sumber
daya yang diperlukan dalam penerapan e-business antara lain sumber daya
teknologi dan manusia. Dalam hal sumber daya teknologi, perusahaan ada baiknya
memperhatikan hal – hal yang menunjang bekerjanya sistem e-business tersebut
seperti contohnya penggunaan hardware tertentu, penggunaan jasa web hosting,
kerjasama dengan institusi penyedia jasa internet dan lain sebagainya.
Sedangkan dalam hal sumber daya manusia perusahaan perlu melatih para pegawainya
yang nantinya akan bekerja menggunakan sistem e-business. Namun ada baiknya
dilakukan perundingan dengan pegawai – pegawai senior untuk melakukan
musyawarah apakah sistem layak diterapkan atau tidak.
6.
Pengembangan diserahkan pihak ketiga....Tidak sepenuhnya
dalam penerapan e-business dalam pengembangannya ditangani oleh pihak
perusahaan sendiri. Diperlukan third party dalam pengembangannya sehingga
perusahaan dapat tetap fokus dalam kegiatannya mencapai tujuan.
Contoh
implikasi e-business
Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang
teknologi informasi yang mengkhususkan pada bidang pelatihan, PT. Inixindo yang
juga adalah tempat penulis bekerja saat ini, cukup banyak aspek e-bisnis yang
telah diterapkan di perusahaan salah satunya adalah Customer Relationship
Management dengan mengandalkan aplikasi SugarCRM.
Pengertian dasar dari CRM adalah model manajemen relasi antara perusahaan dengan klien namun fungsi dari CRM itu tidak hanya untuk relasi antara perusahaan dengan klien saja, akan tetapi terdapat aspek proses bisnis dan prospek pemasaran juga. Dengan memanfaatkan teknologi CRM, perusahaan dapat menjaga relasi dengan klien dan dapat mengelola bisnis untuk meningkatkan prospek masa depan.
Penerapan CRM yang memanfaatkan perangkat lunak adalah salah satu tujuan PT. Inixindo dalam program Green ICT yakni mendukung penghijauan dalam bidang teknologi informasi dengan mengurangi penggunaan kertas. Sebelum diterapkannya CRM dengan perangkat lunak SugarCRM, hampir seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan manajemen relasi pelanggan dapat dikatakan “sangat tidak green” dengan terlalu banyak menghabiskan kertas untuk dokumentasi. Sebagai perusahaan penyedia jasa pelatihan TI, PT. Inixindo yang telah berdiri sejak tahun 1991 telah memiliki ribuan klien mulai dari instansi negara, perusahaan swasta hingga perorangan. Oleh karena itu, manajemen relasi dengan pelanggan adalah salah satu hal penting dalam proses bisnis perusahaan.
Selain keuntungan dari Green ICT, terdapat keuntungan lain yang dapat diambil dari CRM antara lain:
Pengertian dasar dari CRM adalah model manajemen relasi antara perusahaan dengan klien namun fungsi dari CRM itu tidak hanya untuk relasi antara perusahaan dengan klien saja, akan tetapi terdapat aspek proses bisnis dan prospek pemasaran juga. Dengan memanfaatkan teknologi CRM, perusahaan dapat menjaga relasi dengan klien dan dapat mengelola bisnis untuk meningkatkan prospek masa depan.
Penerapan CRM yang memanfaatkan perangkat lunak adalah salah satu tujuan PT. Inixindo dalam program Green ICT yakni mendukung penghijauan dalam bidang teknologi informasi dengan mengurangi penggunaan kertas. Sebelum diterapkannya CRM dengan perangkat lunak SugarCRM, hampir seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan manajemen relasi pelanggan dapat dikatakan “sangat tidak green” dengan terlalu banyak menghabiskan kertas untuk dokumentasi. Sebagai perusahaan penyedia jasa pelatihan TI, PT. Inixindo yang telah berdiri sejak tahun 1991 telah memiliki ribuan klien mulai dari instansi negara, perusahaan swasta hingga perorangan. Oleh karena itu, manajemen relasi dengan pelanggan adalah salah satu hal penting dalam proses bisnis perusahaan.
Selain keuntungan dari Green ICT, terdapat keuntungan lain yang dapat diambil dari CRM antara lain:
-
Peningkatan kualitas pelayanan kepada klien
-
Efisiensi biaya
-
Penerapan DSS (Decision Support System) oleh
pihak manajemen
-
Meningkatkan profit perusahaan
Kualitas
pelayanan kepada klien dapat dilihat dari relasi yang telah terbangun sehingga
perusahaan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada klien. Dari
hal tersebut jelas sudah mengarah kepada DSS sehingga pihak manajemen sebagai
decision maker dapat menentukan strategi yang lebih baik lagi. Contoh yang
telah dilakukan PT. Inixindo yaitu melihat materi pelatihan apa saja yang telah
diikuti oleh seorang pelanggan dan berikutnya Account Executive dapat
memberikan pelatihan yang baru kepada pelanggan tersebut.
Seperti halnya penerapan aplikasi pada umumnya, penerapan CRM juga masih mempunyai kendala. Sosialisasi dari penggunaan perangkat lunak pada proses bisnis sangatlah diperlukan karena sebagian pengguna masih terbiasa dengan kebiasaan lama mereka, misalnya masih mengandalkan tulisan tangan dan penggunaan kertas. Juga familiarisasi penggunaan komputer dalam pekerjaan sehari-hari menjadi salah satu poin penting dalam kesuksesan penggunaan perangkat lunak.
Seperti halnya penerapan aplikasi pada umumnya, penerapan CRM juga masih mempunyai kendala. Sosialisasi dari penggunaan perangkat lunak pada proses bisnis sangatlah diperlukan karena sebagian pengguna masih terbiasa dengan kebiasaan lama mereka, misalnya masih mengandalkan tulisan tangan dan penggunaan kertas. Juga familiarisasi penggunaan komputer dalam pekerjaan sehari-hari menjadi salah satu poin penting dalam kesuksesan penggunaan perangkat lunak.
Dari faktor
teknis juga ditemukan beberapa kendala. Kehandalan perangkat keras menjadi poin
yang harus diperhatikan oleh pihak pengembang aplikasi. Mesin server yang lemah
tentunya akan menghambat kinerja pengguna, dalam hal ini adalah para Account
Executive (Sales) yang dapat mengakibatkan terhambatnya proses sosialisasi CRM
tersebut.
Sinergi dari seluruh pihak terkait sangat dibutuhkan. Kesalahan komunikasi dari pihak manajemen, pengguna dan pengembang menentukan
Sinergi dari seluruh pihak terkait sangat dibutuhkan. Kesalahan komunikasi dari pihak manajemen, pengguna dan pengembang menentukan
kesuksesan dari
penerapan CRM. Pihak pengembang yang notabene lebih fasih dalam bahasa
teknis harus
menggunakan bahasa non-teknis dalam
menjelaskan
kepada pihak manajemen dan pengguna supaya saling mengerti.
Referensi
:
Abdurrahim, Muhammad Fauzanul Hakim.___. Implementasi
E-Business Di Indonesia. Diakses pada http://dosen.narotama.ac.id/wp-content/uploads/2012/03/IMPLEMENTASI-E-BUSINESS-DI-INDONESIA.pdf
Laudon, Keneth C. dan Laudon, Jane P. 2007. Sistem Informasi
Manajemen:Mengelola perusahaan Digital. Jakarta : Salemba Empat
Antonius Rachmat C. E-Business
and E-Commerce. Diakses pada http://lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/amti6.pdf
_______.2001.Apa dan Bagaimana E-Commerce.Yogyakarta:
Penerbit ANDI Yogyakarta; Wahana Komputer Semarang.
Wibisono, Bondan.____.
Perbedaan E-Commerce & E-Bisnis.
Diaksese pada http://research.amikom.ac.id/index.php/KIM/article/download/4779/3108
Rahmawati, Diana. Aplikasi Sistem Informasi dalam Fungsi-fungsi Organisasi . Diakses pada
Rahmawati, Diana. Aplikasi Sistem Informasi dalam Fungsi-fungsi Organisasi . Diakses pada
Laudon,
Keneth C., Jane P. Laudon. 2009. Essentials
of Manajement Information Systems. Diakses pada http://findpdf.net/documents/Essentials-of-management-information-systems-8th-ed.html
Manajemen Teknologi Informasi
Global. Diakses pada http://repository.binus.ac.id/content/A0522/A052257475.ppt
Rachmat
C, Antonius. E-Business and E-Commerce. Diakses
melalui http://lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/amti6.pdf
Kadir,
Abdul. Pengembangan Sistem Informasi.
Diakses pada http://ajuarna.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/25401/chap00_Pengembangan+Sistem+Informasi.ppt
Indrajit,
Richardus Eko. Konsep dan Aplikasi E-Business: Koleksi Tulisan dan Pemikiran. Diakses
pada http://materi.uniku.ac.id/Ebook/DISC%204%20-%20KUMPULAN%20EBOOK/REI%20eBook-ElectronicBusiness.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar