Senin, 06 Oktober 2014

Business To Business


 


 Pengertian B2B 

       B2B (Business To Business) adalah sistem komunikasi bisnis online antar pelaku bisnis dan B2B merupakan transaksi antara bisnis-bisnis yang dilakukan secara elektronik melalui Internet, intranet, ekstranet, atau jaringan privat. B2B memungkinkan perusahaan untuk menyederhanakan jalur pengadaan, distribusi, dan fisik, mengurangi dokumen dalam hubungan pelanggan dan supplier (pemasok), pengurangan persediaan dan outsourcing. Contohnya: Pabrikan berbisnis dengan distributor, pabrikan dengan suatu perusahaan agen pemasaran, atau distributor dengan agen penjualan, atau perusahaan retail (retailer) yang menjual langsung kepada konsumen.

Karakteristik  B2B

Business to Business e-Commerce memiliki karakteristik:
1.      Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. Dikarenakan sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust).
2.    Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama.
3.     Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu parternya.
4.    Model yang umum digunakan adalah peer-topeer, dimana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

Komponen B2B

B2B memiliki dua komponen utama: e-frastructure dan e-market.
E-frastructure adalah arsitektur B2B, yang beberapa diantaranya, yaitu:
  • logistik - transportasi, pergudangan dan distribusi (misalnya, Procter and Gamble);
  • penyedia layanan aplikasi - penyebaran, hosting dan paket perangkat lunak (misalnya, Oracle dan Linkshare);
  • outsourcing dalam proses e-commerce, seperti Web-hosting, keamanan dan solusi layanan pelanggan (misalnya, outsourcing penyedia seperti eShare, NetSales, bel Usaha dan Universal Access);
  • solusi lelang perangkat lunak untuk operasi dan pemeliharaan dengan lelang real-time di Internet (misalnya, Moai Technologies dan Teknologi OpenSite);
  • perangkat lunak manajemen konten untuk fasilitas manajemen konten situs Web dan pengiriman (misalnya, Jalinan dan ProcureNet), dan E-pasar didefinisikan sebagai situs Web di mana pembeli dan penjual berinteraksi dengan satu sama lain dan melakukan transaksi.  Contoh-contoh B2B lebih umum dan model praktek terbaik adalah IBM, Hewlett Packard (HP), Cisco dan Dell. Cisco, misalnya, menerima lebih dari 90% dari produk pesanan melalui Internet.

Tipe/Model B2B

  • Buyer-oriented (Satu pembeli dari banyak penjual)
Model ini cocok untuk digunakan dalam sektor: sistem reservasi penerbangan dan perdagangan minyak yang dijalankan oleh pertamina.
  • Selller-Oriented (satu penjual kepada banyak pembeli)
Cocok untuk perusahaan yang memproduksi dan memasarkan produk dalam jumlah besar pada perusahaan lain. Model ini merupakan one to many (supplier to buyer) sistem e-commerce.

Fitur yang seharusnya disediakan :
  • Katalog produk
  • Spesifikasi produk
  • Aturan bisnis(untuk otomatisasi pemesanan dan persetujuan)
  • Custumer service
  • Pengiriman
  • Invoice/tagihan dan pembayaran elektronik 
  • Status pengiriman 
  • Exchanges /Virtual Markets(banyak penjual kepada banyak pembeli)
Dampak B2B Market pada perekonomian Negara berkembang:

Biaya transaksi. Ada tiga biaya yang secara signifikan dapat dikurangi dengan melakukan e-commerce B2B. Pertama adalah pengurangan biaya pencarian, pembeli tidak perlu lagi melalui perantara untuk mencari informasi tentang suplier, produk dan harga seperti dalam rantai suplai tradisional karena kita dapat mencarinya sendiri di internet. Di pasar B2B, pembeli dan penjual berkumpul bersama membentuk sebuah komunitas trading online, sehingga dapat mengurangi biaya pencarian. Kedua adalah pengurangan biaya transaksi pengolahan (Misalnya faktur, order pembelian dan skema pembayaran), B2B memungkinkan untuk otomatisasi proses transaksi. Efisiensi dalam proses perdagangan dan transaksi juga ditingkatkan melalui kemampuan e-market B2B untuk melakukan proses penjualan melalui pelelangan online. Ketiga, pemrosesan secara online dapat meningkatkan manajemen persediaan dan logistik.
Disintermediasi. Melalui B2B e-pasar, pemasok dapat berinteraksi dan bertransaksi langsung dengan pembeli, sehingga menghilangkan perantara dan distributor. Namun, hal itu memunculkan bentuk perantara yang baru. Sebagai contoh, e-pasar itu sendiri dapat dianggap sebagai perantara karena mereka berada antara pemasok dan pelanggan di rantai pasokan.
Transparansi harga. Diantara dammpak e-pasar, yang paling mencolok adalah peningkatan transparansi harga. Berkumpulnya sejumlah besar pembeli dan penjual dalam sebuah e-market dapat mengungkapkan informasi harga pasar dan pengolahan transaksi kepada peserta. Internet memungkinkan untuk publikasi informasi mengenai pembelian tunggal atau transaksi, membuat informasi mudah diakses dan tersedia untuk semua anggota e-market.

 Keunggulan Layanan B2B
 
1. Hemat waktu dan praktis Menu dalam situs layanan B2B khusus hanya menyediakan kebutuhan produk pelanggan terkait, tanpa harus repot mencarinya dalam katalog produk.
2. Efektif dan efisien Pelanggan B2B tidak perlu melewati proses negosiasi harga yang panjang, karena sudah dilakukan pada awal kesepakatan kerja sama.
3. Keuntungannya besar Mengurangi biaya perusahaan untuk administrasi, surat menyurat transaksi, ataupun untuk riset harga pasar.
4. Kerahasiaannya aman dan terjamin Sistemnya menggunakan tingkat keamanan yang tinggi dengan protocol secure socket layer 256 bit untuk menjaga keamanan data pelanggan.
5. Transaksi yang transparan Layanan ini mendukung good corporate governance. Setiap transaksi mudah dipantau karena sistem selalu memberikan rekam jejak transaksi melalui e-mail notifikasi kepada buyer (bagian purchasing) atasan (pemberi approval), hingga user, ataupun yang berhak mendapatkan informasi tersebut di perusahaan sesuai dengan kesepakatan. Ini meningkatkan kontrol perusahan terhadap proses transaksi.

Sumber:
http://ekonomi.kompasiana.com/bisnis/2011/03/30/model-e-business-beserta-kekurangan-kelebihannya-351629.html